Dukung Kreatifitas Pemusik, TCoF Sesi 4 Kembali Gelar Habang Festival Band

#Ketua Teknis Gilang Modella : Festival Band Sebagai Pemicu Lahirkan Regenerasi Musisi Baru

Toboali - Dalam perayaan event Toboali City on Fire (TCoF) Sesi 4, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga kembali menggelar Festival Band di Area Stadion Junjung Besaoh Bangka Selatan, Sabtu (27/7/2019). Acara tersebut di ikuti oleh 32 grup band berasal dari berbagai daerah.

Event Habang Festival Band tersebut digelar dalam rangka meningkatkan sekaligus mengembangkan bakat dan potensi para musisi lokal maupun luar yang turut berpartisipasi dengan memperebutkan total hadiah Rp 20.650.000,00. Jumlah setiap grup band terdiri dari 1 orang manajer dan personil minimal 3 orang maksimal 10 orang, festival ini terbuka untuk umum, tidak dibatasi umur, tingkat pendidikan, dan daerah.

Ketua Teknis Festival Band Gilang Modella mengatakan tujuan event ini adalah agar musisi-musisi Bangka Selatan khususnya asal Toboali bisa lebih dikenal di kancah nasional, karena, dikatakan Gilang, pihaknya mendatangkan juri nasional seperti Melshandy dan Ambang Crist.

Selain itu, diharapkan dengan event ini adanya regenerasi musisi dan band di Bangka Selatan, karena diyakininya melalui festival musik menjadi salah satu pemicu untuk melahirkan generasi musisi baru. "Untuk musisi-musisi lokal agar regenerasi tidak putus. Dan kreatifitas bermusik lebih meningkat dari tahun sebelumnya," pungkas dia.

Pada tahapan seleksi ini setiap satu grup band diwajibkan membawakan 1 buah lagu ciptaan sendiri dengan durasi waktu 8 menit. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi, pihak panitia membolehkan para peserta menggunakan instrumen musik sendiri. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, salah satu peserta dengan nomor urut 02, grup band asal Toboali yang bernama TNT membawakan lagu "Buang Jung", yang merupakan salah satu Potensi Wisata Budaya yang dimiliki Kab. Basel dengan Ritual sebagai penolak bala serta menjaga aktifitas para nelayan saat mengarungi lautan oleh masyarakat Suku Sekak, di Desa Kumbung Kecamatan Lepar Pongok.

Nantinya, pada malam grand final akan diseleksi menjadi 12 finalis terbaik. Adapun yang keluar menjadi pemenang akan mendapatkan plakat, uang pembinaan dan piagam yang diserahkan ketika malam penutupan acara, mendapatkan gelar trophy Bupati Cup. (*tim)

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro | Geger Agung Satria
Fotografer: 
Edi Saputra | Erwin Saputra
Editor: 
Edo Lebiro | Abubakar
Bidang Informasi: 
Kominfo