Kawin Massal Desa Serdang, Wujud Kebersamaan Yang Masih Tetap Terjaga

Toboali - Tahun ini Ritual Adat Pengantin Massal (Nganten Heredek) kembali digelar di Desa Serdang, Minggu (27/10/2019).

Kawin Massal merupakan salah satu adat istiadat budaya Bangka Selatan (Basel) yang rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali, sebagai pelestarian budaya daerah dan memberikan efek kepedulian pada masyarakat kita untuk terus melestarikan budayanya khususnya pengenalan pada generasi muda.

Bupati Basel Drs. H. Justiar Noer S.T, M.M, M.Si dalam sambutanya mengungkapkan bahwa banyak filosofi yang bisa kita ambil dari Ritual Adat Pengantin Massal ini, salah satunya adalah sebagai wujud kebersamaan yang ada dalam masyarakat kita yang masih tetap terjaga.

"Tradisi Ritual Adat Pengantin Massal dengan bangga saya katakan merupakan salah satu kekayaan budaya daerah Basel yang tidak hanya menjadi tradisi yang hingga kini masih dikestarikan oleh masyarakat Desa Serdang akan tetapi juga bisa menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik sebagai penopang kegiatan kepariwisataan," ungkapnya.

Sementara itu sambutan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang disampaikan oleh Asisten Ekbang Yanuar, SH, M.H menyampaikan konsep kawin massal ini harus lebih terbuka untuk masyarakat lian walaupun beda agama dan etnis, selain itu harus ada semangat membantu masyarakat yang kesulitan pembiayaan pernikahan, dengan begitu peserta kawin massal bisa lebih banyak dan lebih meriah.

"Pelaksanaan kegiatan ini harus menjadi magnet dalam dunia pariwisata dan berimbas dalam kesejahteraan masyarakat kita, kebudayaan adalah aset dalam pariwisata, kita harus belajar dari Provinsi DKI Jakarta yang mampu mendorong kegiatan Kawin Massal menjadi daya tarik wisata dan membantu masyarakatnya, kiranya perlu kita ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), kata kuncinya adalah heredek, dimana mencerminkan semangat, kerja keras, kerja sama, kebersamaan dan kolaborasi," tutupnya.

Pada tahun ini jumlah pasangan Kawin Massal sebanyak 8 pasang pengantin yang duduk bersandingan dengan bahagia dipelamian menjalani ritual adat ini. (*ggr) 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Geger Agung Satria
Fotografer: 
Edi Saputra
Editor: 
Abubakar | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo