Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Luar Ruangan

Toboali - Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Luar Ruangan Kabupaten Bangka Selatan (Basel) di Hotel Grand Marina, Kamis (10/10/2019).

Acara yang berlangsung tiga hari yang dimulai dari hari Selasa (kemarin) sampai dengan hari Kamis ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tata cara penulisan dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar pada media luar ruangan di Wilayah Kab. Basel dan diikuti oleh puluhan peserta dari Organisasi Perangkat Daerah, Sekolah dan Rumah Sakit yang ada di Wilayah Kab. Basel.

Bupati Bangka Selatan Drs. H. Justiar Noer, S.T, M.M, M.Si melalui Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat H. Mulyono, S.P, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua wajib menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam forum-forum resmi maupun dalam proses belajar mengajar bagi para guru.

"Pemerintah sebagai yang bertanggung jawab untuk mewujudkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka di forum - forum resmi wajib menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, terutama bagi para guru kita berharap didalam memberi materi dikelas bahasa pengantar mereka adalah bahasa indonesia yang baik dan benar, semua itu kita lakukan agar kita bisa bertanggung jawab dalam menjunjung tinggi bahasa persatuan dan terhadap nilai nilai yang telah diperjuangkan," ungkapnya sekaligus membuka acara tersebut secara resmi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drs. Yani Paryono, M.Pd menginformasikan bahwa penerbitan Bahasa Indonesia dimulai dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kami mengumpulkan Pejabat Pejabat Eselon II dan III , Kepala Satuan Kerja di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Kepolisian ingin agar penerbitan Bahasa Indonesia harus dimulai dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena Bahasa Indonesia lahir dari masyarakat melayu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk juga masyarakat melayu yang melahirkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa negara, sangat ironis ketika masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak bisa menjadi teladan didalam pemakaian bahasa indonesia bagi provinsi lain," tutupnya. (*ggr) 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Geger Agung Satria
Fotografer: 
Geger Agung Satria
Editor: 
Abubakar | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo