Sambut Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Basel Tanam Pohon Sejuta Manfaat

Tukak Sadai - Dalam rangka menyambut hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environtment Day) setiap tanggal 5 Juni, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyelenggarakan acara Gotong Royong dan Menanam Pohon, di Kawasan Wisata Jembatan Cinta Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Sabtu (2/6/2018) sore. Acara ini tampak dihadiri Kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK Basel Ekawati Justiar beserta jajaran, Kades Tukak, Karang Taruna Desa Tukak dan seluruh masyarakat.

Peringatan hari Lingkungan Hidup ini bertujuan meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi.

Pada Tahun 2018 ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema "Connect With Nature" yang memiliki misi untuk mengajak penduduk bumi berinteraksi dengan alam, mengenali dan menikmati keindahan alam sehingga tergeraklah keinginan untuk melindungi dan melestarikan bumi. Sedangkan tema untuk Kabupaten Basel yakni "Hijaukan Bangka Selatan dan Bebaskan Sampah di Kawasan Wisata" dimana bermakna bahwa hutan memiliki esensi sebagai penjaga keseimbangan antara kepentingan manusia dan semua mahluk hidup di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Basel, Justiar Noer mengatakan hutan mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai hal baik dari aspek fisik, ekologi, dan ekonomi. "Dari sisi fisik, mangrove berakar banyak dan batangnya kokoh mampu mencegah bahaya tsunami, ombak dan abrasi laut. Dari sisi ekologi, mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena dapat tumbuh pada kondisi tanah berlumpur atau limbah dan menyerap polutan/asan dari udara. Mangrove sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Sedangkan dari sisi ekonomi, mangrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan buah maupun biji untuk dibuat berbagai pangan atau minuman. Bukan hanya itu saja, kulit batang maupun daun mangrove sangat baik untjk bahan baku pewarna batik," papar Justiar.

Keberadan hutan mangrove, imbuhnya, berpotensi sangat besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alam, seperti halnya hutan mangrove yang ada di desa Tukak.

"Mari lakukan aksi nyata bersama, bergerak dari tingkat RT/RW, masyarakat sipil, komunitas, media, perusahaan swasta, pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Bangka Selatan untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia terutama hutan agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan," pesan Justiar. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Humpro Basel
Editor: 
Rustam | Neneng Nurlela
Bidang Informasi: 
Kominfo