Lahan Sawah Baru Sudah Panen 45 Hektar

Toboali - Lahan sawah baru di wilayah kecamatan Lepar Pongok dari luas lahan yang ditanam 58 hektar, sudah panen sekitar 45 hektar, meskipun masih terkendala dengan saluran pengairan, namun untuk sekelas lahan cetak sawah baru telah menunjukan hasil panen yang sangat luar biasa.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Basel, Suhadi melalui Sekretarisnya, Rizal, Senin (12/2/2018).

Sebagian dari lahan persawahan di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memang masih terkendala saluran pengairan atau irigasi yang belum optimal terutama di lahan cetak sawah baru seperti misalnya di kecamatan Lepar Pongok.

"Untuk di kecamatan Leparpongok itu yang baru saja kita panen sekitar 45 hektar itu merupakan hasil dari lahan cetak sawah baru tahun 2017 kemarin seluas 58 hektar," jelas Rizal, Senin (12/2/2018).

Terkait dengan permasalahan saluran pengairan yang belum optimal di beberapa lahan cetak sawah yang baru, lanjut Rizal, bahwa Pemkab Basel melalui dinasnya dan dinas pekerjaan umum telah merencanakan untuk pembangunan saluran pembuang dan tanggul serta jalan usaha tani. "Tentu kita pemerintah daerah akan tetap fokus untuk mmfasilitasinya dengan pembangunan saluran pembuang, tanggul dan jalan usaha tani. Karena kita juga melihat saluran pengairan di lahan cetak sawah baru di kecamatan Lepar Pongok belum begitu sempurna pengairannya. Tapi untuk kelas lahan cetak sawah baru sudah sangat luar biasa hasil panennya," ujar Rizal.

Ia menambahkan, untuk pembangunan saluran pengairan atau irigasi dibeberapa titik areal persawahan mulai dikerjakan pada tahun 2018 ini melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pembangunannya itu secara bertahap yang disesuaikan dengan anggaran.

"Sebagian areal persawahan di Desa Rias Toboali juga mengalami hal yang sama. Karenanya itu, untuk pembangunan saluran pengairan kita lakukan secara bertahap dan tentunya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," kata Rizal menyebutkan pada tahun 2018 ini tidak ada program cetak lahan sawah baru di Kabupaten Basel. Selain itu, tidak ada bantuan bibit dan racun pembasmi hama.

"Tahun ini (2018) tidak ada program cetak lahan sawah baru, begitu juga dengan bantuan bibit dan racun hama serta pupuk karena sesuai dengan arahan Kementan (Kementerian Pertanian), petani lebih diarahkan untuk mandiri, namun untuk bantuan racun pembasmi hama ada di program OPT (Organisasi Pengganggu Tanaman), untuk sebaran luas penanaman pada tahun ini seluas 11.236 hektar yang saat ini sudah mulai masuk masa tanam," lanjut Rizal. (*tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim Redaksi
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo