Toboali Fashion Carnival, Selalu Mencuri Perhatian Masyarakat

Toboali - Kali ketiga dalam rangkaian Toboali City on Fire (TCoF) Season III, Toboali Fashion Carnival kembali digelar pada Minggu (29/7/2018) siang. Toboali Fashion Carnival merupakan kegiatan karnaval busana yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 2 tahun sebelumnya dalam rangkaian event Toboali City on Fire. Antusias masyarakat dalam menonton event ini terlihat dari dipenuhinya kiri kanan jalan yang menjadi rute sepanjang 1 kilometer.

Dengan mengusung tema Flora dan Fauna Babel, ini sebagai ajang kompetisi desain kostum dan karnaval. Sebuah media untuk menggali kreatifitas generasi muda, juga sebagai bentuk semangat menginspirasi masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian alam. Selain itu diharapkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bangka Selatan.

Salah satunya, terdapat peserta yang menampilkan kostum burung Pergam dari instansi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka Selatan. Burung ini mempunyai corak hitam kuning dan putih, yang hidup tinggal di hutan sehingga tidak terusik kehidulannya. 

Bahkan ada terlihat menggunakan kostum kulat pelawan yang dikenakan Revi Veltia dari Bappeda Basel. Kulat pelawan merupakan salah satu tumbuhan yang hidup di pohon pelawan endemik daerah Bangka Belitung, yang masih banyak tersebar di beberapa desa di Basel seperti di desa Bencah sekitar kurang lebih 100 Ha,  desa Nadung 200 Ha. Berdasarkan informasi kulat pelawan bisa tumbuh apabila hujan lebat disertai petir.

Selain itu, Tanaman resam yang banyak dijumpai di daerah Basel juga menjadi pusat perhatian masyarakat dalam Toboali Fashion Carnival ini, dan tanaman ini sangat bernilai tinggi saat dijadikan kerajinan tangan, salah satunya yang sangat digemari masyarakat adalah "hungkok resam" atau kopiah terbuat dari tanaman resam.

Mengambil rute Lapangan Bola Bukit sampai Laut Nek Aji, sepanjang jalan Jendral Sudirman tampak ramai dipadati masyarakat. Animo masyarakat sepertinya semakin bertambah dalam menikmati pagelaran Toboali Fashion Carnival tahun ke 2 (dua) ini. Hal tersebut terlihat dari ribuan warga yang antusias rela berpanas-panasan menyaksikan salah satu event pada hari ke tiga rangkaian Toboali City on Fire. 

Event yang diikuti sebanyak 50 peserta ini memperebutkan total hadiah Rp. 40 Juta dengan tiga kategori Tingkat SD, SMP/SMA dan umum. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo