Pemkab Basel Launching Program Hekula Agek

Toboali - Program "Hekula Agek" merupakan program kemanusiaan dimana anak-anak harus mendapatkan pendidikan secara merata dan berkeadilan. Program tersebut berangkat dari persoalan kekinian, bahwa semakin banyak anak tidak sekolah akan berdampak pada tingginya kesenjangan sosial. 

Demikian dikatakan Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer saat memberikan sambutan pada acara Launching Program "Hekula Agek" di Balai Daerah Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bangka Selatan (Basel), Kamis (4/10/2018).

Berdasarkan data pemerintah Susenas 2014, lebih dari 4,7 juta anak usia antara 7 dan 18 tahun tidak bersekolah, dalam banyak kasus disebabkan karena berbagai faktor dan ekonomi. Pendidikan memegang peranan penting untuk mengakhiri kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial, di Indonesia maupun di negara lainnya. Menyediakan akses pendidikan untuk semua anak adalah elemen kunci dari agenda global 2030 dan Suistainable Development Goal. 

Sementara, Justiar mengatakan di Basel angka tidak sekolah setiap tahun berpotensi mengalami peningkatan baik jenjang sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas. Kondisi ini, lanjut dia, cukup memprihatinkan, anak bangsa yang seharusnya bisa mengembangkan nalar, bakat dan minat keterampilan melalui pendidikan harus terhenti karena tidak memiliki biaya yang cukup ataupun rendahnya kesadaran orang tua serta lingkungan yang tidak mendukung ataupun karena tuntutan pekerjaan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dalam membantu orang tua serta faktor-faktor lainnya. Padahal, pendidikan semestinya dapat dinikmati  oleh semua anak bangsa secara merata.

"Pemkab Basel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah-langkah kebijakan. Salah satu program strategis yaitu gerakan ayo kembali ke sekolah. Untuk mengembalikan anak-anak tidak sekolah karena putus atau tidak melanjutkan agar kembali pada satuan pendidikan baik formal maupun non formal," ucapnya sembari berharap program tersebut dapat membantu layanan pendidikan dasar maupun menengah. 

Selain itu, dirinya mengimbau, orangtua dan masyarakat dapt berperan aktif secara aktif mengajak, mengimbau seperadek, tetangga untuk melanjutkan pendidikan. "Mari kita ingat, mereka bukan sekedar anak-anak, namun mereka adalah wajah masa depan bangsa ini. Emak-emak dan Bak-bak lah orang yang pertama berkesempatan melihat dari dekat wajah masa depan negeri ini," pungkas Justiar. 

Dalam acara tersebut dilakukan juga penyerahan bantuan seragam sekolah kepada 103 anak, penyerahan beasiswa Junjung Besaoh Goes To Campus kepada 188 Mahasiswa senilai Rp 1.500.000,00 per mahasiswa, dan beasiswa kerjasama Basel dengan kampus universitas terbuka 9 orang dan UGM 1 orang, kemudian penyerahan bantuan komputer pendidikan 290 unit kepada 14 sekolah dan penyerahan piala juara Provinsi Gala Siswa Indonesia SMP. (*erokfo) 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Humpro Basel
Editor: 
Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo