Pemkab Basel Bentuk LEM, Jawaban Solusi Permasalahan Petani di Basel

Toboali - Wakil Bupati Bangka Selatan (Basel) Riza Herdavid membuka secara resmi acara Sosialisasi Pembentukan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) tingkat kabupaten, di Balai Daerah Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Basel, Kamis (25/10/2018). 

Sosialisasi yang digelar oleh Pemkab Basel melalui DPPP ini memiliki peran penting dalam mendorong dan meningkatkan kemajuan daerah dan masyarakat dengan membentuk dan menggerakkan LEM sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Kabupaten Basel. Dengan narasumber Sekdis Pertanian Provinsi Babel Zola Lina, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian diwakili Ka. Sub Direktorat Tanaman Lada, Pala, Cengkeh Ir. Galih Surti Solihin, Fasilitator LEM dari Provinsi Sulteng La Mbito dan Salam Hidayatullah.

Pembentukan LEM di Basel yaitu di desa Irat Kecamatan Payung dan desa Delas Kecamatan Air Gegas. Kabupaten Basel merupakan salah satu kabupaten sentra penghasil lada dengan memiliki luas areal lada 24.645 ha dengan jumlah petani 24.120 kk mencapai produksi 17.009 ton atau produktivitas 1,25 ton/ha. Potensi ini menjadi perhatian pemerintah daerah kabupaten Basel. 

"Berbagai upaya dilakukan dalam usaha mengembalikan kejayaan lada putih Bangka Belitung. Dengan dukungan dana APBN dan APBD, program pembangunan perkebunan difokuskan kepada program peningkatan luas areal, produksi dan produktivitas lada," ungkap Riza Herdavid saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, LEM merupakan lembaga yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat desa dengan pendekatan kearifan lokal dimana seluruh warga desa menghimpun kekuatan swadaya untuk mendayagunakan potensi sumber daya yang tersedia guna meningkatkan keseiahteraan seluruh anggotanya. Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) merupakan perekat persatuan dan kesatuan bagi seluruh warga desa dari berbagai latar belakang yang berbeda serta menyatukan energi dari seluruh institusi yang melaksanakan kegiatan pembangunan di tingkat desa. 

"Kita berharap potensi sumber daya desa harus dapat direncanakan, diorganisir dan didayagunakan untuk kesejahteraan seluruh warga desa. Bantuan dan dukungan baik dari pemerintah maupun swasta yang diberikan kepada desa diharapkan mampu memperkuat investasi swadaya yang telah terhimpun," terang Riza dihadapan tamu undangan. 

Dirinya menjelaskan, melalui kegiatan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) yang merupakan salah satu program dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi di petani Kabupaten Basel. 

Kedepannya, imbuh dia, LEM diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran petani untuk berinvestasi secara swadaya, melaksanakan berbagai aktivitas usaha dan menjadi daya tarik bagi instansi pemerintah maupun swasta/perbankan untuk memberikan dukungan pembinaan, kerjasama dan pembiayaan. “Harapan kami, dengan dukungan dan bantuan dari semua pihak terkait maka upaya mengembalikan keayaan Muntok White Pepper dapat dicapai,” harap dia sekaligus menutup pesan.  (*erokfo) 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Humpro Basel
Editor: 
Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo