Pemkab Basel Akan Pangkas Biaya Kendaraan Operasional

Toboali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) akan lebih mengefektifkan penggunaan anggaran dalam menjalankan roda pemerintahan pada tahun anggaran 2019 mendatang. 

Salah satu kebijakan yang akan diambil seperti menghapuskan pembiayaan biaya operasional kendaraan dinas maupun kendaraan jabatan di setiap OPD kecuali kepada daerah dan wakil kepala daerah dan unsur pimpinan DPRD.

Lalu akan digantikan dengan tunjangan transportasi saja dan semua kendaraan dinas tersebut kan diinventarisir dan dilelang lantaran biaya pemeliharaan selama ini cukup banyak dan besar dalam menyedot anggaran belanja pada belanja rutin.

"Kalau itu kan sudah kami persiapkan dalam penganggarannya, jadi masing-masing OPD hanya diberikan kendaraan operasional roda empat. Kemudian dua kendaraan operasional roda dua," demikian disampaikan Kepala Bappeda Basel, Juaidi.

"Itu untuk operasional yang umum. Nah untuk kendaraan operasional khusus, macam kendaraan damkar, ambulance dan lainnya itu tetap ada. Untuk mendukung pelaksanaan tugas di dinas itu. Tetap dianggarkan, kecuali operasional umum," sambung dia. 

Pria yang kini menjabat sebagai Plh Sekda Basel tersebut memeberkan, untuk kendaraan operasional umum dengan jumlahnya lebih dari dua unit masing-masing akan dilelang dengan kriteria umur kendaraan sudah layak. 

"Misalnya diatas delapan tahun. Itu akan kita lelang seluruhnya, karena kendaraan di Basel rata-rata sudah tua-tua. Kalau sudah hasil lelang, masuk kas daerah, nambah PAD cuma tidak banyak. Karena nilai jual sudah rendah, kalau tidak laku (pajak) tetap tanggung jawab pemda," terangnya. 

Disebutkan Juaidi, seluruh kendaraan tiap OPD yang sudah dihapuskan biaya pemeliharaannya akan ditarik menjadi aset daerah dan rencananya penarikan kendaraan tersebut akan dilakukan pada Januari 2019 mendatang. (TIM PPID)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim PPID
Fotografer: 
TIM PPID
Editor: 
Edo Lebiro | Neneng Nurlela
Bidang Informasi: 
Kominfo