Melukis Tudung Saji, Tradisi Yang Tak Akan Punah

Toboali - Lomba Melukis Tudung Saji kembali digelar dalam event Toboali City on Fire (TCoF) Season III, Sabtu (28/7/2018) di Depan Wisma Samudera dengan bertemakan "Ragam Hias Flora dan Fauna Daerah Bangka Belitung", sebagai wahana apresiasi para senimn dan masyarakat pelaku seni dan meniupkan gelora semangat kebangsaan ada tradisi yang harus dilestarikan. 

Peserta diikuti dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga bahkan seniman turut mengikuti lomba lukis tudung saji, perlengkapan lain para peserta dipersiapkan sendiri dan bersifat bebas, tidak ditentukan menggunakan jenis bahan cat, juga cat lukis.

Sebagai informasi, melukis tudung saji adalah melukis penutup makanan yang dianyam yang terbuat dari daun mengkuang atau pandan hutan, kebanyakan masyarakat masa kini terutama kaum melayu menggunakan tudung saji untuk menutup dan melindungi makanan dari lalat dan sebagainya. Tudung saji tidak hanya menjadi benda yang dipakai untuk menutup makanan, akan tetapi bagi masyarakat Bangka Selatan khususnya memiliki filosofinya sendiri sebagai bentuk perlindungan dari Allah SWT. Selain itu, juga merupakan sebuah simbol tradisi kemasyarakatan, keagamaan dan semangat gotong royong. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Edo Lebiro | Neneng Nurlela
Bidang Informasi: 
Kominfo