Jamin Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Konsumen, Pemkab Basel Lakukan Hal Ini

Toboali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melakukan kerjasama dengan Badan POM Pangkalpinang, ditandai dengan adanya penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Bupati Bangka Selatan Drs. H. Justiar Noer, ST., MM., M.Si melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Suwandi, Aks, Kamis (06/12/2018).

Kegiatan ini sebagai komitmen yang besar untuk menjamin perlindungan kesehatan dan keselamatan
konsumen  yang ada di wilayah Kab. Basel. Sebagaimana yang dijelaskan Sekda Suwandi, Aks, saat
ini cukup banyak kasus-kasus kejahatan di bidang
obat dan makanan yang mengancam masyarakat, diantaranya adalah penggunaan bahan kimia
yang berbahaya pada makanan, potensi keracunan
pangan, sampai pada penyalahgunaan obat di
kalangan masyarakat. 

Oleh karena itu, terang dia, Pemerintah wajib hadir untuk bisa melindungi masyarakat, tidak hanya secara fisik  namun juga secara konstitusi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan pemerintahan dibagi menjadi urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum.

"Urusan pemerintahan konkuren yang
diserahkan ke daerah menjadi dasar pelaksanaan
otonomi daerah. Atas dasar itulah, saat ini peran
pemerintah daerah dalam menyelenggarakan
urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak mulai banyak dirasakan oleh
masyarakat, salah satu contohnya adalah
bagaimana  pemerintah daerah berkewajiban
mewujudkan perlindungan kesehatan dan
keselamatan konsumen yang ada di wilayahnya
masing-masing," terang Suwandi.

Ia mencontohkan beberapa kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, pada bulan september tahun 2017 masyarakat Indonesia digegerkan dengan
pemberitaan di media massa terkait lebih dari  30
orang di Kendari yang dilarikan ke rumah sakit 
jiwa dan satu orang tewas setelah mengkonsumsi
obat yang diduga narkoba. Setelah ditelusuri lebih lanjut  oleh pihak berwenang, diketahui bahwa orang-orang
tersebut telah mengkonsumsi tablet putih
bertuliskan  “PCC”. Kasus lain adalah merebaknya informasi yang tidak benar (hoax) seputar obat dan makanan yang cukup meresahkan masyarakat, bahkan  beberapa mempercayainya sehingga menimbulkan kegaduhan di publik," ucapnya 

Menurutnya, hal-hal seperti inilah Pemerintah harus hadir guna memberikan klarifikasi dan ketenangan di
tengah-tengah masyarakat. "Kita semua tentu
berharap dengan adanya kesepakatan ini, bersama
kita dapat membangun jejaring, kemitraan dan
koordinasi yang lebih baik lagi di dalam bidang
obat dan makanan di Kab. Basel yang tentunya  bisa  memberikan perlindungan kepada masyarakat," pungkasnya sembari berharap kegiatan tersebut bisa menjadi kebaikan bagi seluruh masyarakat di Kab. Basel. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Humpro Basel
Editor: 
Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo