Festival Kreasi Daerah, Wujud Pelestarian Sekaligus Dorong Kemajuan Pariwisata Basel

Toboali - Sebanyak 12 Sanggar Tari Kreasi Daerah se Bangka Belitung memeriahkan acara Toboali City on Fire (TCoF) season III dalam partisipasinya mengikuti Festival Tari Kreasi Daerah, di Lapangan Laut Nek Aji, Sabtu (28/7/2018) malam. Festival Tari Kreasi Daerah merupakan sebuah event pariwisata yang mengangkat festival seni dan tari yang dikemas dalam Tari Kreasi Daerah yang merupakan apresiasi masyarakat terhadap seni tari daerah serta sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni tari menjadi wadah apresiasi, edukasi, kompetisi dan evaluasi dalam hal kreatifitas penggarapan atau karya seni tari guna memacu para penata tari dalam memperkaya perbendaharaan khasanah seni tari daerah. Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk mendorong pariwisata dn daerah Kabupaten Bangka Selatan. Selain itu, meningkatkan produktivitas, kreativitas dan kualitas seniman atau seniwati daerah Bangka Belitung, meningkatkan pengetahuan, juga wawasan apresiasi budaya antar pelaku seni, pemerhati seni dan masyarakat pada umumnya. Selanjutnya, guna meningkatkan jalinan komunikasi, kerjasama serta tukar pengalaman di antara sesama pelaku seni, memperkenalkan, mempromosikan dan menyebarluaskan produk karya seni daerah khususnya seni tari garapan baru bernuansa tradisi khas daerah masing-masing asal peserta. Dan terakhir, sebagai ajang mempromosikan pariwisata Bangka Selatan sebagai salah satu daerah tujuan wisata, dengan wisata alam, sejarah dan budaya. Adapun temanya bebas yaitu tari yang berpijak pada tari Kreasi Daerah atau seni budaya tradisi daerah. Tidak boleh menggunakan alat musik modern namun diutamakan atau diwajibkan menggunakan alat musik atau instrumen yang mencerminkan tradisi daerah masing-masing. Unsur penilaian yakni ide garapan, kemampuan menyampaikan isi garapan kemampuan penataan dan keselarasan garapan. Peserta dalam penyajiannya diperbolehkan menggunakan alat musik atau instrumen yang mencerminkan tradisi daerah masing-masing, namun tidak dierbolehkan menggunakan alat musik modern. Terlihat sejak dimulai acara, masyarakat sangat antusias menikmati penampilan dari para peserta, bahkan beberapa penonton terlihat seakan-akan terhanyut dalam alunan musik dan suguhan tarian khas daerah yang kental dengan tradisi unik. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Edo Lebiro | Neneng Nurlela
Bidang Informasi: 
Kominfo