2017 Terdapat 46 Kasus DBD di Basel

Toboali - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan merangkum selama tahun 2017 terdapat 46 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi di daerah setempat dan satu diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas KPPKB Basel, Supriyadi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Didi Nopriadi menjelaskan, kasus penyakit DBD pada tahun 2017 lalu dari 46 kasus terdapat 1 orang meninggal dunia di kecamatan Payung. "Untuk menanggulangi masalah DBD ini telah dikoordinasikan dengan puskesmas di setiap kecamatan dan desa untuk melaksanakan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan PE (Penyelidikan Epidemiologi)," kata Didi Nopriadi, Senin (29/1/2018).

Ia menambahkan, puskesmas di daerah setempat setiap ada kasus langsung turun kelapangan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh tim puskesmas Toboali di Tanjung Ketapang.

"Untuk di Tanjung Ketapang itu ada 2 orang anak-anak baru sebatas Suspek yang mengarah ke DBD, dan itu berdasarkan hasil PE tim puskesmas Toboali," jelas Didi menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan tempat-tempat genangan air jangan sampai banyak jentik nyamuk yang bertelur.

"Foging itu tidak menyelesaikan masalah karena hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak memberantas jentik-jentik nyamuk. Tapi yang paling utamanya itu adalah membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk," ujar Didi.

Terpisah, Herbi salah satu warga Tanjung Ketapang Toboali mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena menurutnya, saat ini lagi masa perubahan musim sehingga sangat rawan akan penyakit menular seperti demam berdarah dengue. "Tempat penampungan air harus dibersihkan karena itu merupakan tempat perindukan nyamuk. Instansi atau dinas terkait juga harus rutin memantau perkembangan penyakit menular, termasuk pemantauan lingkungan jangan sampai terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa)," kata Herbi mengingatkan masyarakat jangan selalu berpatokan dengan kegiatan foging. Sebab, foging itu tidak menyelesaikan masalah kecuali kalau di suatu wilayah ada kasus demam berdarah dengue, serta ditemukan adanya beberapa anak yang demam maka boleh minta kepada petugas untuk dilakukan foging.

"Kalau sudah ada kasus, dan ditemukan adanya beberapa anak yang demam, maka boleh dilakukan foging untuk membunuh nyamuk dewasa, karena dengan keadaan seperti itu berarti sudah ada penularan," jelas Herbi.

Disamping itu, pihaknya juga meminta kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa (Kades) khususnya diwilayah kecamatan Toboali untuk menggerakan kembali gotong-royong setiap hari Jumat dengan melibatkan para Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serta masyarakat. "Kalau bisa tempat usaha pengumpulan barang bekas atau rongsokan jangan dekat pemukiman penduduk, karena itu yang namanya tempat pengumpulan barang rongsokan dapat menyebabkan sumber penyakit," tutur Herbi.(*Tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim Redaksi
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo